Epistemologi Ilmu Dakwah
Menggali fondasi, metodologi, dan pengembangan ilmu dakwah sebagai disiplin akademik yang terus tumbuh.
Pascasarjana Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang · Program Studi S3 Studi Islam
“Dakwah modern harus mengutamakan nilai kemanusiaan, serta berlandaskan wahyu dan sunnah yang otoritatif.”

Tiga dekade pengabdian dan pengembangan ilmu dakwah.
Mengabdi di dunia dakwah sejak awal 1990-an, Prof. Dr. H. Muhammad Sulthon, M.Ag. memadukan kedalaman ilmu dengan pengalaman lapangan. Sejak 2007, beliau menempuh pelatihan resolusi konflik dan mediasi di Wageningen (Belanda), Stadtschlaining (Austria), Brisbane (Australia), dan Amsterdam. Pengalaman ini memperkaya kajian dakwahnya, terutama dalam membangun perdamaian, dialog antariman, dan pemberdayaan umat di era digital.
Tiga bidang yang mengikat epistemologi, perdamaian, dan transformasi dakwah di ruang digital.
Menggali fondasi, metodologi, dan pengembangan ilmu dakwah sebagai disiplin akademik yang terus tumbuh.
Mengembangkan dakwah yang membangun perdamaian, memperkuat dialog lintas iman, dan menumbuhkan harmoni sosial.
Mengintegrasikan ruang digital, otoritas keagamaan, dan filantropi untuk pemberdayaan umat yang berkelanjutan.
“Langkah Nabi bukan hanya menghentikan potensi konflik, tetapi mencegah tiga eskalasi besar.”
Linimasa dirancang sebagai satu garis perjalanan utuh. Detail untuk tahun yang belum dijelaskan dalam brief sengaja tidak diisi dengan asumsi.
Menjawab Tantangan Zaman: Desain Ilmu Dakwah, Pustaka Pelajar.
Pelatihan resolusi konflik dan mediasi di Belanda, Austria, Australia, dan Amsterdam.
Detail tonggak 2015 belum tercantum dalam brief.
Behavior Intention to Use Online Zakat, Ziswaf.
Spreading the Value of Inter-faith Dialogue through Gus Dur's Haul Video.
Dikukuhkan sebagai Guru Besar; orasi tentang dakwah inklusif dan pengelolaan perdamaian.
Liputan pengukuhan, rekaman ucapan, dan kanal resmi UIN Walisongo Semarang. Setiap materi dibuka langsung dari sumber resminya.
Liputan resmi pengukuhan Prof. Muhammad Sulthon sebagai Guru Besar Ilmu Dakwah dan gagasannya tentang pengelolaan konflik serta perdamaian sosial.
Baca liputan UIN WalisongoRekaman singkat dari akun resmi UIN Walisongo Semarang yang mendokumentasikan momentum pengukuhan Guru Besar.
Tonton Reel di InstagramIkuti dokumentasi kegiatan akademik, ruang dialog, dan kabar kampus melalui akun Instagram resmi UIN Walisongo Semarang.
Kunjungi @uinwalisongosemarangKonten eksternal tetap berada pada situs penerbit dan Instagram; situs ini hanya menampilkan ringkasan serta tautan menuju sumber asli.
Pilihan artikel dengan naskah atau halaman baca yang tersedia secara daring. Ringkasan di bawah membantu pembaca memahami pokok gagasan sebelum membuka naskah asli di situs jurnal.
Artikel ini membaca panggung haul Gus Dur sebagai ruang sosial yang menegaskan nilai dialog antariman. Analisis terhadap video YouTube menunjukkan hadirnya deklarasi lintas agama, keterlibatan tokoh antariman, dan wacana inklusif yang membentuk ruang kolaboratif bagi dialog.
Fokus penelitian adalah cara ritual haul berfungsi bukan hanya sebagai peringatan, tetapi juga sebagai medium untuk memelihara pemahaman lintas agama. Temuannya menempatkan praktik budaya-keagamaan sebagai ruang yang dapat menopang keberlanjutan nilai dialog antariman.
Kajian ini menelusuri praktik keagamaan baru yang lahir di ruang digital, termasuk muroja'ah daring, wakaf Al-Qur'an daring, dan badal umrah daring. Praktik tersebut menunjukkan negosiasi yang terus berlangsung antara ruang offline dan online.
Dengan etnografi digital dan telaah pustaka, penelitian memeriksa bagaimana influencer dan kreator konten ikut membentuk bentuk baru praktik keagamaan. Fokusnya tidak berhenti pada media sebagai saluran, melainkan pada perubahan praktik yang terjadi karena interaksi digital.
Artikel ini membahas niat masyarakat untuk membayar zakat secara daring ketika lembaga zakat mengembangkan strategi digitalisasi penghimpunan dana. Kerangka Technology Acceptance Model dipakai untuk membaca faktor penerimaan layanan zakat online.
Studi berangkat dari kesenjangan antara potensi zakat dan jumlah yang berhasil dihimpun. Digitalisasi kemudian diposisikan sebagai strategi kelembagaan, dan penelitian menguji bagaimana calon muzakki menerima serta berniat menggunakan layanan zakat daring.
Tulisan ini merekonstruksi konflik internal Quraisy dan konflik Quraisy–Bani Mustaliq untuk melihat posisi dakwah Nabi Muhammad dalam penyelesaian konflik. Persoalan kekuasaan politik, harga diri, dan identitas kelompok muncul sebagai unsur penting dalam relasi konflik tersebut.
Data utama berasal dari literatur sirah nabawiyah. Artikel menempatkan Nabi tidak hanya sebagai penyampai ajaran, tetapi juga sebagai aktor yang berada di tengah relasi konflik dan ikut membentuk jalan penyelesaiannya.
Catatan: situs ini tidak menyalin ulang naskah berhak cipta. Pengunjung membaca ringkasan di situs ini dan membuka naskah asli melalui penerbit/jurnal yang menyediakannya.
Temukan informasi institusi dan dokumentasi kegiatan melalui kanal resmi UIN Walisongo Semarang.